...

Pencerahan asas tentang hakikat-hakikat kehidupan . Semoga 'dunia' tidak ada pada hati kita tetapi ada di tangan kita. Semoga kecintaan pada dunia yang membawa kepada sifat-sifat negatif seperti tamakkan harta, kedekut untuk bersedekah, suka bermewah-mewah, tiada dalam hati kita. Semoga kecintaan pada Akhirat sahaja yang ada.. Di sana ada semua yang jauh lebih hebat dari di dunia.. Dunia sebaliknya diharap berada di tangan kita sahaja, bermaksud kita berkuasa mengawal dunia, kita memerintah dunia dengan keadilan, supaya syariat Islam yang membawa kesejahteraan tertegak. Bukan memerintah dunia sepertimana yang biasa berlaku, memerintah kerana inginkan kekayaan, kekuasaan dan kemasyhuran sehingga menindas yg lain... Wahai Kekasih-kekasih Allah.. Esok, risalah kita akan beroleh kedudukan paling tinggi, dakwah kita akan mendapat kemenangan, dan kalimat kita akan terdengar di mana-mana, kerana sesungguhnya Allah bersama kita. Bersemangatlah!

Friday, December 2, 2011

Dapatkan BIG PICTURE tentang ISLAM

http://saifulislam.com/?p=10582 Dalam Vlog kali ini (link di atas) bersumber web peribadi beliau, Ustaz Hasrizal berpesan agar dapatkan ilmu dari kedua2 cara secara online (digital, teknologi) atau secara offline (ceramah, kuliah secara langsung) agar ia saling melengkapi. Kedua2nya ada kelebihan tersendiri dan penting untuk kita dapat BIG PICTURE TENTANG ISLAM.




Menyatakan tentang BIG PICTURE ini saya merasakan Syeikh Dr. Yusof Qardawi adalah salah seorang ulama yang tulisannya mudah ditemui di Malaysia dan ia sangat bermanfaat kerana membawa manusia kenal apa itu Islam secara BIG PICTURE.


 Antara buku yang baik untuk dapatkan BIG Picture ini adalah "Fiqh al-Awlawiyat"(Fiqh Keutamaan) dan "Ciri2 Masyarakat Islam yg Kita Idam2kan". Kedua2 buku tersebut tidak mengecewakan saya. Namun jangan lupa utk luaskan bacaan dan pembelajaran melebihi kedua- dua kitab ini. Jangan kecilkan skop ilmu kpd seorang ilmuwan dan beberapa kitab sahaja. Bersama kita menambah ilmu, iman dan amal insya-Allah ;)

Thursday, July 14, 2011

Kasi Tukar! :)

Baru perasan bahawa Premier Value Saver (PVS) Maybank adlh di bwh sistem konvensional.

Dalam keadaan yg sibuk sebulan dua lepas, sy tak perasan rupanya Etiqa terbahagi dua, Etiqa Takaful dan Insurans.

PVS adlh di bawah Etiqa Insurans, bukannya Etiqa Takaful..

Apabila disebut INSURAN, maka operasinya adalah berlandaskan SISTEM KONVENSIONAL!


Jadi, sy batalkan ia sebentar tadi. Alhamdulillah...

Giro juga telah ditukar kpd Giro-i.



Kini kesemua lima bank yg sy gunakan sudah ditukar kpd perbankan Islam.


MARI... KITA GUNAKAN PERBANKAN ISLAM. Elakkan riba', elakkan perbankan konvensional.


Naikkan perbankan Islam agar mereka teguh dan dapat bersaing dgn sistem konvensional.



Islam galak kita usaha. Usahakan agar akaun kita BERSIH dari sistem yg tidak baik. Usahakan agar keluarga dan rakan keluar dari sistem perbankan konvensional.


Dinar emas sbg muamalat? Boleh cerita lain kali... :)

Wednesday, June 1, 2011

Sejarah Berulang.

Fahamilah, cerita zaman Nabi Musa, Ibrahim dll. terjadi juga di zaman ini.


Inilah signifikannya Allah SWT menceritakan kisah2 tersebut.


Kita hanya perlu kenal siapa firaun zaman ini yang berjuang untuk survival mereka di samping mengumpul kekayaan dan siapa pejuang2 kebenaran utk kita bersama membantu mereka.


Dulu manusia dipengaruhi syaitan, kini juga manusia dipengaruhi syaitan.

Monday, February 28, 2011

Artikel Terpilih : Taqwa menyuluh jalan. Maksiat menghancurkan kehidupan


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan maksiat sangat berbahaya bagi hati dan pisik di dunia dan akhirat. Maka siapa saja yang masih hidup dengan bergelimang maksiat, hanya akan merusak kehidupannya, dan mencelakakannya di dunia dan akhirat. Perbuatan maksiat akan mempunyai pengaruh buruk, seperti :


Pertama, diharamkan memperoleh ilmu, hal ini seperti diungkapkan Imam Malik, yang pernah terkagum-kagum dengan kecerdasan Imam Syafi’i yang masih muda, memiliki ketajaman otak dan kesempurnaan pemahaman terhadap Islam. Saat itu Imam Malik mengatakan, “Aku melihat Allah telah meletakkan cahaya dalam hatimu, karena itu jangan kamu padamkan dengan kegelapan maksiat”, ungkapnya.
Imam Syafi’i, yang alim dan zuhud dalam hidupnya itu, menguntai bait-bait kata, yang menggambarkan pengalaman pribadinya.


“Saya mengadu kepada guru ‘Waqi’ tentang mutu hafalanku yang buruk, Maka ia mengarahkan agar aku meninggalkan maksiat, Ia berkata, “Ketahuilah, ilmu adalah kemuliaan, dan kemuliaan Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat”, ucapnya.


Kedua, diharamkannya mendapatkan rezeki. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan dari rezeki karena maksiat yang ia kerjakan”. Orang-orang yang maksiat dijauhkan dari rezeki. Karena, ada ahli maksiat mendapatkan rezeki, yang mungkin bisa jadi banyak, tapi ketahuilah rezeki itu, tidak akan pernah mendatangkan keberkahan dalam hidup si ahli maksiat. Justru rezeki yang didapati itu, semakin membuat si ahli maksiat terperosok ke perbuatan durjana dan kekafiran. Sebaliknya, perbuatan ketakwaan kepada Allah mendatangkan rezeki, dan berapapun rezeki yang didapatkan itu akan mendatangkan keberkahan bagi orang yang takwa, dan dapat mengantarkan kemuliaan disisi-Nya.


Ketiga, seorang yang melakukan maksiat akan menemukan perasaan terasing, antara si pelaku maksiat dengan Allah Azza Wa Jalla. Tidak mungkin orang-orang yang telah pekat dengan maksiat dapat taat dan tunduk kepada Allah Robbul Alamin. Ia akan menjadi hamba setan, dan ia akan menjadi terasing. Keterasingan itu tidak akan bisa diganti dengan segala bentuk kenikmatan apapun di dunia ini. Semua jenis kelezatan di dunia disatukan, maka tetap tak akan dapat memberi kepuasan dalam dirinya. Ia akan sangat sengsara dalam hidup. Seorang ahli makrifat mengatakan, “Jika kamu menemukan keterasingan dalam dirinya karena perbuatan dosa, maka segeralah tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Tak ada hati merasa tenteram dengan perbuatan dosa.


Keempat, keterasingan bukan hanya antara manusia dengan Allah, tetapi akibat perbuatan dosa dan maksiat itu, yang lebih berat juga akan mengasingkan pelakukanya dengan manusia lainnya terutama mereka yang melakukan kebajikan. Semakin terasa asing perasaan itu, maka semakin jauh hubungan antara mereka. Tidak mungkin orang yang ahli maksiat akan berkkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang selalu berbuat baik. Seperti minyak dengan air. Orang-orang yang melakukan maksiat dan dosa mendapatkan kutukan dan hukuman, sementara itu orang-orang yang melakukan perbuatan kebajikan akan selalu mendapatkan berkah dan pahala. Orang-orang ahli maksiat akan masuk ke dalam golongan ‘hizbusyaithon’, sedangkan orang-orang yang selalu ta’at dan beramal sholeh sebagai ‘hizbullah’, yang akan mendapatkan jaminan surga.


Kelima, orang yang suka melakukan maksiat dan dosa, hidupnya akan mengalami jalan buntu pada setiap urusannya. Sebagaimana orang-orang yang bertaqwa akan dimudahkan oleh Allah dalam segala urusannya. Bagaimana akan dapat menemukan pintu—pintu kebaikan, sementara dirinya menutup dengan perbuatan maksiat dan dosa,sehingga semua kemaslahatan menutup pintu terhadap dirinya.


Keenam, perbuatan maksiat dan dosa akan menimbulkan kegelapan hati. Kegelapan itu benar-benar nyata dalam hatinya, seperti melihat dan merasakan gelapnya malam. Hal ini karena sesungguhnya, ketaatan itu cahaya, sedangkan kemasiatan dan dosa itu kegelapan. Semakin banyak maksiat yang dilakukan, maka akan semakin gelap hati orang itu. Akibatnya, orang-orang yang mengerjakan maksiat dan dosa itu, pasti akan jatuh ke dalam kekafiran, karena hatinya sudah terhijab (tertutup) oleh kemaksiaan, dan kebenaran (al-haq) tidak mungkin lagi dapat menyentuh hatinya.



Ketujuh, perbuatan maksiat dan dosa itu, juga akan melemahkan kekuatan hati. Orang yang banyak maksiat akan kehilangan iradah (kehendak) dan azzam (tekad) yang kuat, karena hatinya yang gelap akibat dosa itu, tak mungkin memiliki motivasi yang kuat. Orang yang banyak maksiat berefek kelemahan fisik, karena hatinya yang lemah. Tapi, ada juga orang yang fasik (ahli maksiat), kelihatan fisiknya yang kuat, tetapi hakekatnya sangat lemah. Tidak akan memiliki saja’ah (keberanian), menanggung beban hidup. Seperti sudah dikisahkan dalam perang Salib, bagaimana orang-orang Romawi yang kelihatan pisiknya sangat kuat, tetapi dengan mudah dikalahkan orang-orang mukmin.


Kelapan, orang yang melakukan maksiat itu, pasti akan kehilangan wala’ (loyalitas) dan keta’atan kepada Allah Azza Wa Jalla. Perbuatan dosa dan maksiat itu, membuat mereka tak dapat berhubungan dengan Allah yang Mahasuci, dan menyebabkan terjauhkan dari hubungan dengan Allah Rabbul Alamin. Karena itu, orang-orang yang sudah terbelenggu dengan segala bentuk dosa dan maksiat, hidupnya pastti selalu ingkar kepada Allah Azza Wa Jalla.


Kesembilan, orang-orang yang hobinya berbuat maksiat, menyebabkan pendek umur.Risiko ini tak dapat lagi dihindari. Orang-orang yang gemar minum, berzina, dan melakukan segala bentuk perbuatan maksiat, akibatnya hanya akan memperpendek umurnya. Kalau diberi umur yang panjang, tetapi hidup akan selalu tidak berkah, dan akan dihadapkan dengan segala bentuk malapetaka, karena semuanya itu dari akibat perbuatan yang menumpuk-numpuk dosa dan maksiat.


Sesungguhnya, rezeki, kematian, kebahagian, kesengsaraan, kesehatan, sakit, kekayaan, dan kefakiran, semua itu sudah menjadi takdir. Tapi Allah menjadikannya sebab kematian yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Jadi takdir itu memang sebuah kemestian, tetapi Allah Rabbul Aziz memberikan hak kepada manusia untuk melakukan ikhtiar. “Berhala-hala itu benda mati, tidak bisa hidup”. (An-Nahl : 21).


Manusia dikatakan hidup, bila hatinya masih hidup. Hati yang penuh dengan dosa dan maksiat akan mati, tidak dapat istijabah (menerima) kebaikan dan petunjuk dari Allah Ta’ala. Umur itu hanya rentang kehidupan manusia, yang bisa panjang dan pendek, semuanya Allah Azza Wa Jalla, yang menentukannya.


Tetapi, betapa celakanya, bila manusia memiliki rentang umur yang panjang, dan umurnya itu hanya digunakan untuk berbuat maksiat dan dosa, dan berpaling dari Allah, maka sesugguhnya manusia telah kehilangan hari-hari dari kehidupannya secara hakiki. “Ia mengatakan, Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) dalam hidupku ini”. (Al-Fajr : 24).


Begitulah nasihat Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dalam kitabnya Al-Jawabu Kafi, agar manusia menjauhi dosa dan maksiat, karena perbuatan itu akan mencelakakan manusia di dunia dan akhirat. Wallahu’alam.


Sumber : http://feryco.com/maksiat-yang-menghancurkan-kehidupan

Wednesday, January 26, 2011

Taqwa & Tawakal : Kunci Kemenangan


Di posisi mana dalam medan perjuangan.? Itu bukan persoalan.


Sama ada kita tentera biasa, kesatria ulung atau khalifah teragung, semua itu menuntut kesungguhan yang jitu dan luar biasa.


Seandainya kapal laut pun mampu dilayarkan di daratan, bukanlah sesuatu yang luar biasa lagi jika Allah bersama kita... Segalanya mungkin.


Sejarah kemusnahan tentera syaitan akan terpapar di segenap penjuru dunia menjadi kenangan yang manis dan & mengasyikkan bagi pejuang2 Islam...


Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:-

Dan (ada lagi) kurnia yang lain yang kamu sukai (iaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ 13


Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kami lah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

(as-Saf: 13-14)


Lakukanlah apa yang termampu dari posisi mana sekalipun kita berada. Guru sebagai guru yang menyebarkan Islam, ahli politik sebagai pendebat dan pendesak agar Undang2 Islam yang adil dilaksanakan. Ahli ekonomi sebagai ahli ekonomi yang menjauhkan umat dari riba dan penindasan.


Kuncinya, berusaha dengan ketaqwaan yang tinggi kemudian bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala..



"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".
(ath-Thalaq: 2-3)



Semoga Allah membantu kita, insyaAllah...

Saturday, January 1, 2011

Pehimpunan, Kesatuan


Media terutama televisyan menjadikan artis2 sebagai idola kanak. Kanak2 perempuan kemudiannya membesar menjadi gedik dan merosakkan keseimbangan hormon remaja lelaki lantas mewujudkan belia yang lemah imannya, menerawang fikirannya dan kabur hala tuju hidupnya.


Penyelesaian masalah ini pasti ada di dalam al-Quran & as-Sunnah yang difahami dan diolah kembali ke dalam karya terbaru Us Syaari Ab Rahman, magnum opus Syed Naquib al-Attas atau tulisan2 Us Pahrol Mohamad Juoi & Us Hasrizal Abd Jamil.


Kepakaran setiap Muslim harus digabung & disepadukan di bawah satu pentadbiran agar langkah yang terancang dan terperinci dapat diambil. Ini boleh dilakukan bersama jentera PAS yg diketuai Nik Abdul Aziz Nik Mat yang pastinya bersedia mendaulatkan Islam dengan apa jua cara.


Diharap kesemua mereka yang merindui kebangkitan Islam seperti Gabungan Mahasiswa Islam Se-Malaysia , PKPIM dan lain2 mengambil inisiatif berbincang bersama PAS dan individu2 yang mampu memberi pencerahan kepada umat agar permasalahan yang semakin menggigit akan dapat diselesai secara total.


Mungkin perhimpunan terdekat yang boleh diambil contoh ialah perhimpunan oleh Theodore Herzl yang begitu berkesan dan bersungguh walaupun mereka di jalan yang batil.


Sesungguhnya kebatilan yang dirancang dengan teliti akan melenyapkan kebenaran yang dirancang secara sambil lewa. Pilihanraya semakin menghampiri, seharusnya kesemua Muslim menyedari mereka harus bersama mendukung perjuangan PAS. Beradalah dalam suatu barisan, beradalah dalam suatu PAKATAN. Pakatan Rakyat.


"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh".

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
(as-Saff: 4)


Ustaz Nasrudin Hassan , Us Wan Ji Wan Hussin seharusnya terus mengepalai belia2 yang mahukan kebenaran tertegak bermula di Malaysia dan merebak ke seluruh dunia. Kami insyaAllah akan sedia membantu.






Akan wujudkan suatu perhimpunan yang akan mencoret sejarah kegemilangan Islam dengan tinta emas di bumi Malaysia?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...