...

Pencerahan asas tentang hakikat-hakikat kehidupan . Semoga 'dunia' tidak ada pada hati kita tetapi ada di tangan kita. Semoga kecintaan pada dunia yang membawa kepada sifat-sifat negatif seperti tamakkan harta, kedekut untuk bersedekah, suka bermewah-mewah, tiada dalam hati kita. Semoga kecintaan pada Akhirat sahaja yang ada.. Di sana ada semua yang jauh lebih hebat dari di dunia.. Dunia sebaliknya diharap berada di tangan kita sahaja, bermaksud kita berkuasa mengawal dunia, kita memerintah dunia dengan keadilan, supaya syariat Islam yang membawa kesejahteraan tertegak. Bukan memerintah dunia sepertimana yang biasa berlaku, memerintah kerana inginkan kekayaan, kekuasaan dan kemasyhuran sehingga menindas yg lain... Wahai Kekasih-kekasih Allah.. Esok, risalah kita akan beroleh kedudukan paling tinggi, dakwah kita akan mendapat kemenangan, dan kalimat kita akan terdengar di mana-mana, kerana sesungguhnya Allah bersama kita. Bersemangatlah!

Monday, March 15, 2010

Ilmu Lebih Penting Daripada Harta


Ilmu Lebih Penting Daripada Harta


Pertama: Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.


Kedua: Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.


Ketiga: Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.


Keempat: Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.


Kelima: Orang yang berilmu diperlukan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya diperlukan oleh orang-orang miskin.


Keenam: Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.


Ketujuh: Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.


Kelapan: Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya (selagi tidak hilang ingatan), pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.


Kesembilan: Mencintai ilmu dan mencarinya dengan ikhlas kerana Allah adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya kerana sifat tersebut adalah pokok segala kesalahan.


Kesepuluh: Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.


Kesebelas: Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.


Kedua belas: Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...